Kamis, 12 Maret 2015

Kasus iCloud tahun 2014

Pada postingan ini saya akan membahas tentang kasus yang lumayan hangat diperbincangkan Tahun kemarin. Pada tahun kemarin selain terjadinya kasus peretasan di sony pictures ada kabar mengejutkan yang lain yaitu kabar dibobolnya iCloud oleh sekelompok hacker yang mengakibatkan foto-foto “polos” para selebriti h
olywood tersebar di internet. Diperkirakan ada kurang lebih 60 selebriti yang menjadi korban para peretas, sebut saja Jeniffer Lawerence yang terkenal lewat film The Hunger Games, Kim Kardashian dan masih banyak lagi.
Pihak Apple yang dikonfirmasi lalu melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Setelah investigasi selama 40 jam mereka mengatakan bahwa penyebaran foto tersebut tidak ada kaitannya dengan peretasan icloud. Apple mengungkapkan kalau hal tersebut terjadi karena penyerangan target berdasarkan nama user, pertanyaan keamanan serta password.
Berikut pernyataan resmi Apple seperti yang dilansir laman Street Insider, Rabu (3/9/2014): 

"Kami ingin memberikan informasi terkini terkait pemyelidikan pencurian foto sejumlah selebriti. Ketika kami mengetahui kasus pencurian ini, kami marah dan segera memerintahkan para insinyur Apple untuk menemukan sumber masalah. Privasi kemanan pelanggan sangat penting bagi kami."

"Setelah lebih dari 40 jam melakukan penyelidikan, kami akhirnya menemukan fakta bahwa memang sejumlah akun (iCloud) selebritis terganggu oleh serangan yang menargetkan username, password dan pertanyaan kemanan, praktek serangan ini sangat umum terjadi di internet. Tak satu pun hasil investigasi kami dari sekian banyak kasus yang menunjukkan pelanggaran pada sistem kemanan milik Apple, termasuk pada sistem kemanan iCloud atau fitur Find my iPhone. Kami akan terus bekerjasama dengan pihak berwajib untuk membantu mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini."
Atas ditemukannya fakta-fakta tersebut, pihak Apple menyarankan, "Untuk melindungi (akun Apple pengguna) dari berbagai jenis serangan, kami menyarankan kepada semua pengguna untuk selalu menggunakan sandi yang kuat dan menggunkan verifikasi dua langkah. Kedua fitur kemanan tersebut dapat diakses melalui website kamihttp://support.apple.com/kb/ht4232."
Apple memiliki sistem keamanan yang cukup rumit sebenarnya. Sebab, iCloud sejatinya mempunyai sistem keamanan tingkat tinggi berbasis enkripsi 128-bit AES. Data-data yang ada di tiap akun telah dienkripsi dengan password, termasuk enkripsi tambahan saat distribusi data dari gadget ke server berlangsung. Sistem tersebut yang membuat icloud sebenarnya sulit untuk ditembus.
Tanggapan saya terhadap kasus ini, Menurut saya tentunya kasus semacam ini bisa berakibat fatal untuk perusahaan sekelas apple. Kasus ini bisa mencoreng nama Apple dari segi keamanan sistem penyimpanan mereka. Dengan tersebarnya data-data para pengguna layanan mereka bisa berakibat menurunnya tingkat kepercayaan para pengguna terhadap apple. Yang lebih mengkhawatirkan tentunya adalah data-data yang tersebar merupakan milik para public figure yang dapat juga merugikan mereka dari jika dilihat dari berbagai sisi.  Sedangkan dari sisi pengguna layanan tanggapan saya adalah sebagai pengguna kita juga harus menanggapi isu-isu semacam ini dengan serius. Isu tentang keamanan dan pencurian data tentunya merupakan hal-hal yang sangat sering terjadi saat ini. Langkah yang bisa kita gunakan seperti menghindari menyimpan data-data yang bersifat sensitive di penyimpanan cloud kita. Selain itu juga gunakan password yang unik dan cukup sulit untuk ditebak.   



0 komentar:

Posting Komentar